Alice is Dead!!

Posted in Uncategorized on March 6, 2010 by dr. Joker,SpQ
You found yourself lying on the ground. You are in Wonderland, but what the hell is goin on?The first scenery you see is a corpse in a blue dress lying on the corner.

The told me that it is alice...could that be?

Alice is Dead

Enter the Wonderland

interaction

Posted in Uncategorized on March 1, 2010 by dr. Joker,SpQ

tonight I read my friend’s post on his blog. All his feelings, his condolence to them who have gone in a traffic accident occured on february 26th 2010. Yes, they’ve gone, phisically, but their passions will still be alive, giving colour and harmony into this world…

My friend made a good point, he said “humans are bonded by emotion”

and yes, I am agree with him…

Let me terminate this emotional bond right here————————————————————–

INTERAKSI manusia lebih dalam dari sekedar senyum dan sapaan, lebih dalam dari sebuah jabat tangan.

di dalam sebuah senyum ada ketulusan, kesinisan, kebahagiaan, haru, dan kepalsuan.
di dalam sebuah sapaan ada penghargaan, kerinduan, kekakuan, formalitas, dan penjilatan
di dalam sebuah jabat tangan ada kepercayaan, ucapan selamat, dan pengkhianatan…

manusia diciptakan sebagai bagian dari alam, atau setidaknya bersandingan dengan alam-jika ia adalah insan terpisah. mau tidak mau, sadar tidak sadar, manusia selalu berhubungan dengan sesamanya dan dengan alam. Ada harmoni, ada komunikasi, dan ada simbiosis antara manusia dengan alam.

Melihat manusia dari perspektif yang lebih subtil

Melihat manusia sebagai spesies tidak akan pernah membantu kita untuk memahami manusia lebih dalam. Untuk memahami sesuatu lebih dalam, yang perlu dilakukan adalah mengeksplorasi banyak detail. dan detail tidak pernah tampil sebagai sesuatu yang besar dan mudah terlihat. ia kecil, sulit diamati, tetapi kontradiktif dengan semua itu, SEDERHANA.

Manusia, secara tidak langsung, adalah interaksi dari sistem- sistem organ. Sistem organ sendiri adalah interaksi dari organ. organ adalah interaksi antar jaringan. jaringan adalah interaksi antar sel dan seterusnya. Penyakit tidak akan pernah disembuhkan dengan menelaah manusia sebagai 1 objek tunggal.

dari level kemanusiaan, kita bisa bergerak naik atau turun. namun pada akhirnya, kita akan menemui sebuah pola yang sama, yaitu SETIAP HAL DIBANGUN OLEH HAL YANG LEBIH KECIL, yang menjadi KEKUATAN hal itu sendiri. Manusia tidak akan berarti apa- apa jika sel- sel tubuhnya tidak dapat berfungsi dengan baik. Semua hal- hal yang lebih kecil, yang membangun satu hal yang lebih besar, selalu bekerjasama dengan sinergis untuk membangun kekuatan bagi hal yang lebih besar itu. Hal- hal kecil itu terdiri dari hal yang lebih kecil yang memberi kekuatan bagi mereka. Sel- sel terbangun dari molekul- molekul; senyawa, unsur, dan ion. dan partikel- partikel tersebut tersusun dari atom.

Atom bukanlah hal terkecil di alam semesta, meskipun ia telah beranjak abstrak. di dalam atom terdapat medan energi yang menjadi dasar seragam yang menyusun atom.

disini hal yang lucu terjadi. manusia sibuk mengurusi hal- hal KONKRET, padahal sebenarnya semua hal di semesta ini tersusun dari hal yang ABSTRAK.

Interaksi

pernahkah anda mengalami hal ini? anda sedang menyetir di jalan tol yang terlihat sangat lenggang. pintu keluar masih jauh, tapi anda terdorong untuk berjaga- jaga, semata- mata agar tidak kelewatan pintu keluar tersebut. tepat saat anda pindah, hal mengerikan terjadi, kendaraan- kendaraan di depan anda mengalami kecelakaan beruntun, yang mungkin saja melibatkan anda, jika anda tidak pindah jalur. Kita definisikan hal itu sebagai “keberuntungan”

sebagai pihak oposisi dari keberuntungan, kita mengetahui hal yang disebut kesialan. dalam level yang lebih universal, mereka tergabung dalam satu kata bernama “takdir”

satu hal yang harus ditekankan, keberuntungan tidak pernah datang dengan sendirinya, begitu juga dengan kesialan. Semua hal yang terjadi adalah interaksi dari komposisi alam semesta.

Kita hanya perlu menyadari bahwa KITA dan ALAM adalah SATU.

didalam region bumi, kita seringkali terdoktrinasi untuk mengatakan ruang berisi gas sebagai ruang kosong. Padahal, tidak ada ruang kosong di muka bumi ini. Manusia terdiri dari atom, hewan terdiri dari atom, tumbuhan, air, dan udara pun terdiri dari atom. Jadi sebenarnya tidak ada ruang kosong di bumi ini. yang ada hanyalah yang konkret dan yang abstrak. Dan semua komposisi penyusun ini, berinteraksi satu sama lain, entah mendukung, melawan, ataupun apatis.

interaksi antar atom yang seragam tersebut lah yang menghasilkan keberuntungan, kesialan, dan takdir. lebih jauh lagi, atom- atom tersebut, yang terdiri dari medan energi, berinteraksi satu sama lain. jadi, kesimpulan yang dapat kita tarik adalah DUNIA INI ADALAH INTERAKSI ENERGI. energi, sebagai hal terabstrak yang kita tau, membangun nyaris semua hal yang ada di bumi yang kita ketahui. Setiap benda, bahkan yang diam, memiliki energi diam. energi tersebut bersemayam didalam atom sebagai hal abstrak.

berarti satu hal yang harus kita lakukan untuk mencapai level kemanusiaan yang lebih baik adalah menyadari keberadaan kita sebagai hal terkecil dalam dunia ini, dan mengusahakan keselarasan, harmoni, dengan alam. karena hakikatnya kita dan alam adalah satu. tidak ada ruang kosong, semua ruang diisi oleh partikel, atom. bumi ini sesak, lebih jauh lagi, sesak oleh medan- medan energi. energi positif, yakni cinta;ataupun energi negatif, yaitu kebencian

hal itu menjelaskan, TIDAK ADA KEBETULAN di dunia ini. semua selalu terjadi karena suatu sebab, tetapi logika dan rasio kita belum cukup kuat untuk menjelaskan penyebab terjadi untung dan sial. itu lah hal spiritual. kenyataan yang jauh lebih dalam dan lebih intelek dari rasio manusia. rasio yang belum terjelaskan.

untitled

Posted in Uncategorized on April 5, 2009 by dr. Joker,SpQ

Mari kita tinggalkan postulat relativitas Einstein sejenak. Karena cintaku tidak butuh pemikiran matang dan intelejensi berkepanjangan.  Karena mencintaimu adalah mutlak bagiku. Absolut dan tak tergantikan. Rasa kasihku tidak memiliki kerangka acuan. Aku tenggelam di dalam kemutlakan.

Mencintaimu mutlak butuh kesabaran. Sabar terombang- ambing dalam kesia- siaan dan pengharapan, Keputus asaan dan kenekatan. Mencintaimu bagaikan meminum secangkir teh panas. Untuk menikmatinya, dibutuhkan waktu untuk menunggu, sambil menjinakkan panas yang menguap dan mengepul, sebelum ia menjadi hangat dan akhirnya melegakan dinginnya dinding- dinding kerongkonganku. Begitu juga dengan keputusanku menikmati kebersamaan denganmu. Namun kamu berwadah gelas isolator, tertutup rapat. anti radiasi, konveksi, dan konduksi; tidak pernah kehilangan panas. Sehingga menikmati keberadaanmu mesti mengorbankan indera terdalamku.

Mencintaimu mutlak butuh keberanian. Di mataku kamu adalah hutan belantara yang tidak dapat kuukur rimbanya. Aku tak pernah dapat mengkalkulasi peluang ku bertahan dengan keganasannya. Namun aku tetap melangkah masuk, lebih dalam, lebih dalam. Bagiku tidak ada titik balik. Aku akan terus menapak hingga menemui jantungmu. Meskipun hampir pasti aku tersesat, dan tak akan kembali. Aku tidak memiliki kompas penunjuk arah kepada hatimu, ataupun kecakapan dasar pramuka untuk meninggalkan jejak agar dapat keluar dari jeratmu. Aku menerobos masuk kedalam hatimu dengan segenggam tekad. Bagiku itu lebih dari cukup. Karena mencintaimu adalah menghadirkanmu tanpa radius di hatiku. Mencintaimu berarti melangkahkan kakiku pada sebuah penolakan. Mengarahkan kakiku pada kursi pengadilan, menunggu ketukan palu dan putusan- putusan hakim dan jaksa. Sebelum akhirnya dijatuhi vonis 100 tahun penjara. Lengkap dengan belenggu dan dendanya. Mencintaimu berarti kehilanganmu, jika aku tidak pernah beruntung, jika aku mutlak sesial itu.

Mencintaimu mutlak butuh pengorbanan. Setiap hari kusirami lukaku dengan air mata yang tak ada habisnya. Hari- hariku kulepaskan dengan ratapan dan kesesakan. Entah butuh berapa lama mengembalikan hari- hari yang terbuang. Tapi aku tak perduli. Karena esensi cintaku adalah pengorbanan untukmu. Aku tidak peduli bahwa bara api adalah tempat aku harus berdiri, jika dengan kehadiranku disana kamu dapat tertawa. Aku tidak keberatan jika harus berpegangan pada kawat berduri, jika dengan itu aku dapat menopangmu disaat- saat kamu terjatuh. Aku pun rela jika harus menghirup gas beracun, jika dengan begitu, kamu dapat menghirup udara kebahagiaan. Dan jika aku hanya dapat bersamamu dalam rupa arwah, biarkan aku mati, dan menjadi malaikat pelindungmu, setiap malam dan pagi hari.

100 tahun penjara akan kulewati. Jika saat aku terbebas kamu sudah kembali. Hutan akan aku jadikan domisili, jika disana hadirmu kurasakan kembali. Rupa arwah akan kujadikan wujud selamanya, jika dengan begitu, aku dapat menikmatimu dari dekat. dekat, sangat dekat.
…..
akan kuhapuskan diriku dari sistem tata surya, jika cintamu dapat kutemukan di galaksi lainnya.

lOVE

Posted in Uncategorized on April 2, 2009 by dr. Joker,SpQ

Cinta itu terlalu abstrak untuk dilukiskan sebagai sebuah karya,
terlalu berbelit- belit dirangkai dalam kata,
cinta terlalu gemulai di apresiasi dalam dansa,
dan terlalu lembut untuk dialun bersama melodi dan irama…

Cinta terlalu kompleks dihitung dalam bilangan,
ia terlalu besar diukur dalam satuan..
cinta terlalu dalam untuk dihipotesa,
dan terlalu nonsense untuk logika manusia…

cinta itu bukan rahmat, cinta itu bukan sial,
bukan pahala bukan juga dosa…
cinta bukan dusta ataupun benar,
cinta bukan maya dan ia bukan nyata…

cinta adalah cinta…
yang bebas menjelma sebagai apapun juga…
menyatakan diri dalam perspektif misteri jagat raya…

dan cintaku kepadamu,
terdefinisi lebih dari semua itu..
tidak ada materi yang dapat mewakili..
tidak ada teori yang menelaah..
bahkan mungkin, tak ada definisi…

Elegi 23 Maret

Posted in Uncategorized on March 23, 2009 by dr. Joker,SpQ

Hari ini aku mendengar kabarmu. Haruskah aku? Tidak. Aku tidak pernah ada di dekatmu. Aku tidak pernah mau mendengar kabarmu. Karena itu menyakiti aku. Padahal baru tadi pagi aku berkata “melihatmu bahagia adalah kebahagiaan terbesarku!”, betapa ironisnya dunia ini. Aku berkata, aku juga yang membantah.

Pagi ini aku terbangun. Tidak, semalam aku tidak memimpikan kamu. Namun aku terbangun dengan firasat buruk tentangmu(lebih tepatnya tentangku). Apakah karena semalam kau bersikap begitu dingin? atau karena aku tahu apa yang akan terjadi? Akhirnya aku melangkahkan kakiku ke kamar mandi. Saat itu pukul 5 pagi. Hari kedelapan semenjak aku patah hati. Hm, salah, sepertinya ke delapan belas, tapi 10 hari itu hilang ditelan senda guraumu. Hari kedelapan semenjak aku mulai memaki. Aku pikir ini hari yang bersih. Tapi nyatanya, aku kembali duduk di lantai kamar mandi, menyumbangkan tetes- tetes air mata pada lantai becek lagi.

 Aku kembali berjalan dinaungi udara pagi yang dingin. Dingin, tapi tak menusuk. Hatiku lebih dingin….dan pilu…. Aku masuk kedalam tempat dimana aku duduk setiap pagi, dan menunggu tiba di tempat penyiksaan terjadi. Aku pejamkan mata. Hembusan nafasku mengantarku ke duniaku yang begitu gelap, tapi indah(setidaknya dibandingkan kenyataan ini). Dengungan musik pianis dan iblis bergantian meredam egoku. Saat kubuka mata, aku belum siap menerimanya.

Malam ini aku menangis (lagi). Meskipun aku menyumpah dan memaki. Aku membayangkan saat siang tadi. Aku mendengar suaramu, dan dia, meskipun aku sangat jauh. Tetapi telingaku menjadi seperti telinga anjing jika mendengar suaramu. Aku menjadi hipersensitif jika aku merasakan kehadiranmu. Aku mendengarmu memanggilku, tapi takdir tidak berjalan seperti itu. hanya 7 detik waktuku, dan semua selesai, menguap bersama atmosfer sekolah yang kian berlalu. Aku teringat saat aku harus mengetahui kabarmu. Saat ia dengan lembut menopangmu dan memegang pinggangmu. Bukan itu yang kumau. Aku ingin ada untukmu. disisimu saat kau membutuhkanku. Namun aku hanya bisa mengirim ucapan dan salam. Serta doa yang kupanjatkan yang tak kutahu didengarNya atau tidak. Inilah hidup, kau tidak membutuhkanku. 

tidak ada yang menginginkan hidup menjabarkan dirinya sebagai elegi ataupun balada sedih. Namun tiap orang tidak hanya mengalami parodi dan kisah heroik. ada kalanya ia menjadi peratap dan pecundang. Itulah esensi. Esensi dari hidup yang tidak kutau dimana ia punya arti. Aku menyayangimu, tapi membenci hadirmu. betapa ironis…

Telah Datang Pagi Hari

Posted in Uncategorized on March 22, 2009 by dr. Joker,SpQ

kesunyian itupun terpecah juga,
oleh silaunya cahaya fajar,
yang bersembunyi dibalik awan subuh,
telah pagi, telah pagi…

keheningan subuhpun lenyap,
dengan mentari yang telah meninggi,
dengan sayup- sayup ia memanggil,
tetapi kini telah pagi, telah pagi…

dan kini telah terang menempati,
berbaringlah seraya menutup mata,
ia berbisik dalam gelapnya,
‘telah datang pagi hari…’

Dia yang tak tersentuh…

Posted in Uncategorized on March 22, 2009 by dr. Joker,SpQ

Dimanakah cahaya wajahmu??
Saat malam- malam bercerita tentang indahnya rembulan,
Saat senja- senja berpuisi tentang megahnya sang surya

Berapa purnama harus kuterpa?
hingga pudar temaram wajahnya,
dan kembalinya binar matanya pada sang pemuja

bilakah kau berhenti berlari,
jikalah aku tlah kembali dari tiada samudera,
dan kupijakan kakiku di kaki- kaki benua?
Ataukah kembali engkau pergi dan aku tetap berdiri?

Saat ku terdiam melihat kau tak terjamah,
Dengan sayu senyuman yang tak kunjung tiada,
Menunggu bayangmu yang tiada berubah di palung cinta …

Give me back the content of my chest

Posted in Uncategorized on March 20, 2009 by dr. Joker,SpQ

If you have to take my heart from my chest,
please don’t do it gentle and humble.
I’d prefer a cruel and immodest way,
a gore and violent play,

you meant to be keeping my heart and adjust it as it should,
the lady who obtains attention, yes that way I amused…
not used to take half of a bid, you did provoke me,
then I’ve given mine and unfortunately now I’m blind

U take my heart from where it dwells but you never chop it from my veins,
if that’s done it’s easy to know because there’s nothing to refrain.
But you hold it with your fingers and it’s dying on your hand,
you touch it for a while and you choke it for a lifetime..

If you’re planning to lean your temple onto a prince’s chest,
I realise I’m a poor soldier from nowhere of this city…
So please give it back what you’ve taken from me…
replace it to where it sleep, it’s enough for him to fear and confess…

untitled

Posted in Uncategorized on March 17, 2009 by dr. Joker,SpQ

Dan didalam bayang2 jiwaku, Aku bertekuk lutut di hadapanmu,

Mengakui kuasa pesona jiwamu, Dan mengagumi pancaran matamu

Lalu kupuja dirimu dengan darah di lidahku , dan kucintai engkau dengan luka jiwaku

 

Kudapati langkah kakuku, pada jalur gelap yg membawaku pada pilu pedih penderitaan,

Menyayat sebelah jantungku,

yg mengibaratkan kasih sebagai sebilah pemancung, meluapkan derita2 yg terpenjarakan

 

Kau bimbing diriku pada jalan pendritaan, yg jalannya terhampar kebun mawar,

Yg langitnya dikuasai oleh pangeran malam yg memuja permaisurinya.

Kau bimbing langkahku kpada terang yg memudar, yg perlahan menggelapkan arahku,

Membiarkanku tersesat di lorong yang tek berujung.

 

Kemudian sajak inipun terukir di dinding2 hatiku,

Dengan pahat yg kau genggam erat2 penuh harapan,

Harapanku, yg kau rampas dan tak terganti

Namaku matahari…

Posted in Uncategorized on February 28, 2009 by dr. Joker,SpQ

Namaku matahari…

Aku bersinar menerangi pagi dan siang hari.
Insan- insan memuja dan memaki.
Aku pemelihara, aku pemusnah; Aku kuat, aku laknat;
Aku bersedekah dan aku menjarah.

Namanya rembulan…

Ia terang di redup redam langit malam.
Senyumnya tersipu, wajahnya tampak malu.
dengan lembut ia berdiri,

lembut tetapi kuat..

Kehadirannya dicinta dan dipuja- puja. aku menyinarinya malam- malam hingga pagi buta. Hingga tampak sosok gemilang putri malam yang remang- remang. .

mereka adalah bintang- bintang…
Yang tak pernah duduk jauh dari singgasana dewi malam yang gemilang..
menggoda dan bercengkrama dengan kerlap- kerlipnya,
berdampingan tak lepas sepanjang hayatnya…

Namanya rembulan, namaku matahari…

Aku menyinarinya tapi tidak ia sadari. Aku memujanya dan ia tidak mendengar. Aku memandangnya namun ia tidak me lihat.

Aku memanggilnya…

ia terlalu sibuk bermain bersama bintang- bintang…

aku ingin berada di dekatnya…aku berdoa…

namanya rembulan, namaku matahari, gerhana yang mempersatukan kami..

persatuan kami memikat tak dihujat. Namun waktu kian menjerat.
Hingga lelah jantungku aku menanti. Hingga sesak nafas ku setia menunggu.
namun waktu kian menjerat…

Sebelum sempat kukagumi kilaunya, sebelumm sempat kudengarkan senandungnya…Sebelum kusempat tersenyum padanya,
ia harus pergi…

Kembali bersama bintang- bintang yang menjadi takdirnya…

kini ku jauh lagi..meskipun aku telah berbisik saat ia berpaling..

dan aku tak mau…melangkah jauh dari jejak- jejakmu…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.